Final Chapter ~

Untuk kamu yang menjadi sumber ceritaku,


Kalau di tulisan yang lalu aku pernah mengatakan "aku tidak akan kembali untuk yang kedua kalinya walaupun sangat ingin, sampai kamu meyakinkan aku bahwa kamu nyata", dan ya kamu datang untuk kedua kalinya dan meyakinkanku lebih dan lebih lagi, dan yang hati ini sudah mengeras dan ia pun luluh dengan sendirinya, walaupun logika ku selalu berusaha menolaknya.

Ketika aku tidak mengharapkan sedikit pun dari kamu, ketika aku sudah selesai dengan semua effort'ku. Kamu datang kembali dengan cara yang berbeda, memperkenalkan dirimu dari sisi yang lain, dan perlahan tanpa ku sadari membuatku merasa nyaman, terhayut dengan semua suasana, dan menaruh kembali setitik harapan dalam doaku untukmu.

Orang diluar sana mengira kita adalah dua manusia yang berusaha memperbaiki hubungan yang lalu, tetapi sebenarnya tidak. Kita hanya dua manusia yang sama-sama berdiam diri, menunggu satu sama lain, takut memulai untuk membahas semua hal yang berurusan dengan perasaan dan kejelasan ini, karena kita sama-sama tidak pernah membahas ranah tersebut , seperti ada keraguan di antara kita dan sampai akhirnya tidak pernah terucap.

Aku pernah mengatakan "menjadi seorang perempuan itu memiliki kekurangan dan kelebihannya. Kelebihan mereka sebagian besar menjadi mahluk yang mengingat segala detail, tetapi itu juga karma buat mereka karena mereka sulit melupakan termasuk rasa kecewa".

Aku mengingat setiap detail ceirta manis yang tertulis adanya nama kamu, tetapi aku juga mengingat cerita sebaliknya seperti kali ini. Ada temanku yang mengatakan ini hanya sebuah fase kehilangan. Coba definisikan kehilangan itu apa? Kebiasaan yang biasa kamu lakukan, lalu kamu berhenti melakukannya secara tiba-tiba.

Ya kamu berhenti, dan apakah aku harus mengejarnya ? atau aku harus membiarkannya seperti yang lalu? Aku memilih untuk berhenti juga.

Kenapa? Seperti yang pernah ku bilang kepada salah satu temanku "Ketika seseorang yakin atas pilihannya, tanpa disuruh ia akan memilih hal tersebut tanpa perduli pendapat orang lain". Tetapi kita sama-sama belum menemukan keyakinan itu, dan waktu menjawabnya.

Kenapa seorang wanita sering gagal diet ? Karena ia tidak memiliki tekad yang kuat,

Kenapa seorang wanita tetap menaruh harapannya pada sesuatu yang tak pasti ? Karena ia berharap sesuatu itu menjadi yang pasti.

Kalau aku tidak pernah berdamai dengan diriku sendiri atas rasa kecewa ini, aku juga tidak akan pernah berdamai denganmu. Aku pernah melakukannya sekali, dan apakah sekarang aku harus melakukannya sekali lagi ? YA.


Aku menaruh namamu di dalam doaku saat ini, agar setiap langkah kaki yang kamu ambil akan selalu ada kebahagiaan disana. Dan jika Tuhan memberikan restunya, kita akan bertemu kembali dengan cara-Nya dengan membawa cerita kebahagiaan kita saat itu.



Comments

Popular posts from this blog

BIOGRAFI : ADHI TIRTA WISATA (CHAIRMAN PT. PANORAMA TOURS INDONESIA)

EFFORT?!