ANGIN BERBISIK

Mata yang coklat itu melihat ke arah pohon rindang yang hanya ada 1 disekolah dan tersenyum.
" Hei John , what are you doing ? " canda Martin sambil menepuk bahu Johny
" Hmm , tidak ada. Ayo , kita pergi " ucap John dan bergegas pergi.

Johny siswa Pelita International School yang duduk dikelas 3 Ipa-1 pindahan dari Australia yang kembali ke Indonesia negeri kelahirannya. Walaupun tinggal di Australia , orang tua Johny tidak pernah lupa untuk mengajarkan Bahasa Indonesia kepada anak-anak mereka. Johny anak ke 2 dari 2 bersaudara. Kakak perempuan Johny tetap tinggal di Australia karena harus menyelesaikan mata kuliah.



**
 " Selamat pagi anak-anak. " salam Bu sri kepada anak-anak kelas X-2
" Pagi Buuuuuuuuu " balas para siswa
" Hari ini kita kedatangan teman baru yang datang dari Australia. Silahkan masuk John "

Johny masuk dengan langkah yang mantap ke dalam kelas dan memperkenalkan dirinya.


" Selamat pagi semuanya , perkenalkan nama saya Johny. Saya harap kita dapat berteman dengan baik" ucap Johny dengan sedikit gugup.
" Silahkan duduk John disebelah Martin "
" Terima kasih Bu "

Sejak hari itu Johny resmi menjadi siswa di sekolah barunya , sejak hari itu pula Johny memulai persahabatan dengan Martin , Albert , dan Kevin. Dan di sekolah barunya pula Johny mengerti arti sebuah kekeluargaan , cinta dan sahabat.


Sabtu di pagi hari Johny memutuskan untuk bersepeda keliling komplek perumahan sekalian mencari sarapan. Karena mama tidak membuat sarapan di pagi ini. Dan tiba-tiba saja Johny menabrak seorang gadis.


" EH , EH AWAS !!! BRUKKK ! "

Johny terjatuh dari sepedanya dan gadis itupun terjatuh. Dan yang lebih buruknya akibat Johny , jualan gadis tersebut berantakan dan masuk ke dalam genangan air. Semalan memang terjadi hujan lebat , oleh karena itu banyak genangan air di beberapa sudut jalan.


" Lo ga apa-apa ? " tanya Johny dan menghampiri gadis tersebut.

" Gue ga apa-apa. Tapi , dagangan gue yg kenapa-kenapa! " jawab gadis itu dengan kesal
" Maaf ya , gue ga sengaja. Tadi kan gue udah bilang awas. " balas Johny
" Mana gue dengar sih lo bilang awas , emangnya lo ga dengar apa gue lagi teriak-teriak buat menjajakan dagangan gue. Kalo semuanya udah masuk ke dalam "comberan" gimana gue bisa jualan! "omel gadis itu
" Gue ganti deh dagangan lo ditambah gue obatin tangan lo yg luka itu. " mohon Johny
" GA PERLU ! LO SIMPAN AJA DUIT LO ! MINGGIR ! " jawab gadis itu sengit dan pergi
" YA UDAH KALO LO GA PERLU ! " teriak Johny
" Udah bagus mau diganti sama ditolong! Eh , malah jadi nyolot kaya gitu! "


**
 " Bro , ada siswi baru dikelas X-3. Cantik! " ucap Martin
" Ahh , serius lo ? " tanya Kevin
" Iyalah , ga boong gue. Namanya Bella! " jawab Martin
" Gue ga percaya sama lo , selera lo kan rendah Tin hahahahaha " ejek Albert
" Sialan lo! Kalo ga percaya lo liat aja sendiri! " balas Martin
" Mau kemana lo John ? " tanya Kevin
" Kantin! "

Saat John berjalan di lorong kelas dia melihat gadis yang ia tabrak kemarin. Dia melihat penampilan gadis yang diujung lorong kelas itu sangat berbeda dengan gadis yang dijalan kemarin. John rasanya sulit untuk percaya.


Tak terasa jam pulang sekolah sudah datang kembali , hari ini John pulang dari sekolah saat sekolah sudah mulai sepi. Karena baru saja dia membantu wali kelasnya Bu Sri. Dan disaat John mau keluar dari pintu lobby , ia melihat kembali sosok gadis yang tadi ia lihat dilorong kelas sedang membaca buku dibawah pohon rindang. John memutuskan untuk menghampirinya.


" Hai " sapa John
" Hai juga " balas gadis itu tanpa menoleh ke arah John
" Lo yang kemarin jualan kue kan ? " tanya John mendadak
" Lhoooo ?? " gadis tersebut langsung menoleh
" Benar kan ? Lo yang kemarin gue tabrak dan jualan lo masuk ke dalam "comberan". " tanya John
" IYA! Ngapain lo disini ??  " jawab ketus gadis itu
" Baru pulang sekolah , kita satu sekolah ternyata. Udah dong jangan marah-marah. Sorry deh yang kemarin" jawab John
" Iya ga apa-apa. Lupain aja " balas gadis itu
" Nama lo Bella ? " tanya kembali John
" Iya "
" Kok lo bisa sekolah disini ? Sorry , bukan maksudnya merendahkan. Tapi , kalo gue liat lo yang sekarang sama yang kemarin kok beda banget ya ? " tanya John dengan hati-hati
" Gue rasa bukan urusan lo! Dan kalo lo kesini cuma buat ngmong itu doang mending lo pergi!"
" Hehehehe , ga kok. Gue cuma bingung aja. Ya sudah , ga usah dibahas. Oh ya kenalin nama gw Johny" sambil tersenyum Johny mengulurkan tangannya.
" Bella! Lo ga pulang ? " sahut Bella tanpa menjabat tangan Johny.
" Bentar lagi. Lo sendiri ? jawab Johny.
" Lagi tunggu jemputan. " balas Bella

Sejak sore itu setiap pulang sekolah Johny selalu mengobrol , bercanda , berdiskusi bersama Bella dibawah pohon yang menjadi saksi perkenalan mereka pertama kali. Albert , Kevin , dan Martin hanya mengetahui bahwa Johny kenal dengan Bella. Tetapi, tidak tahu bahwa hubungan mereka sedekat itu. Tanpa terasa masa-masa kelas X berlalu dengan cepat. Sudah banyak  kejadian yang begitu indah didalam hidup Johny. Dari bolos dari sekolah, dihukum 1 kelas sama Bu Sri gara-gara berbuat olah terhadap beliau, sampai Johny dengan bangga membawa medali emas dalam ajang Olimpiade Sains National, dan dengan berjalannya waktu seperti air disungai Johny merasakan sesuatu yang berbeda terhadap Bella. Dan hal tersebut hanya bisa dipendamnya. Yaitu rasa cinta.



**
" Vin , nanti lo ke party sweet 17 nya sih Vera bareng siapa? " tanya Martin
" Gue sih mau ajak Bella coyy! " ucap Kevin
" Ahh , gila lo! Emangnya lo kenal sama dia ? timpal Albert
" Gampang itu, gue bisa minta bantuannya Johny. Ya ga John? " lirik Kevin ke arah Johny
" Ha? Apa ? Sorry , gue ga dengar. " jawab Johny dengan santai.
" Bantuin gue biar bisa ajak Bella ke pestanya Vera dua hari lagi " lanjut Kevin
" Hmmm , kenapa ga coba sendiri ? "
" Udahlah Bro , tinggal bantuin aja gampang kan? "

Johny tidak menjawab dan kembali membaca buku. Tetapi, pikirannya bukan berada didalam buku yang sedang ia baca dan berada dibagian terklimaks dari cerita itu. Pikirannya melayang ke cara bagaimana ia bisa menyuruh wanita yang ia cintai pergi ke pesta bersama Kevin sahabatnya sendiri. Dan John berkata dalam hatinya " Apakah aku sanggup melihatnya pergi bersama sahabatku sendiri? "


Seperti biasa pertemuan mereka berlangsung saat pulang sekolah. Pertemuan mereka yang secara rutin bukan karena disengaja, akan tetapi John selalu menemani Bella untuk menunggu jemputan yang datang. Dan menurut John saat inilah yang tepat untuk menanyakan Bella mengenai ajakan Kevin untuknya.


" Hmm , Bella " ucap John dengan ragu

" Kenapa John? " tanya Bella
" Untuk acara party sweet 17 Vera lo bakal pergi sama siapa? " tanya John dengan berat
" Hmm , gue belom tau. Mungkin pergi sendiri. Memangnya kenapa? " selidik Bella

John hanya diam dan sulit untuk bertanya " Teman gue Kevin ngajakin lo pergi bareng dia. Lo mau? "

Andaikan ia bisa mengatakan kepada Bella " Please, ga usah pergi bareng dia "
Tiba-tiba Bella menepuk bahunya.

" Kok bengong? Emangnya kenapa tanya gitu? " tanya Bella
" Kevin mau ngajak lo pergi sama dia. Cuma dia ga berani buat bilang sama lo. Lo mau? " ucap John
" Boleh " balas Bella

John langsung menatap Bella, dan tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Rasanya sungguh ingin berteriak kepada Bella dan mengatakan PERGI BARENG GUE AJA!!


Dan dihari sweet17 Vera. Acara itu sungguh meriah, dan Kevin pun datang bersama Bella. John sangat terpana melihatnya, tapi ia tidak menujukkan hal itu. Karena, ia tidak mau satu orang pun tahu tentang perasaannya ini. Dengan mengenakan short dress hitam dan rambunya dibiarkan digerai serta dengan sedikit polesan bedak dan lipstik dibibirnya yang mungil itu. Bella sungguh kelihatan sempurna dimata John. Setelah mengenal Bella, John mengerti bagaimana rasanya orang jatuh cinta.



**
" Kondisinya sudah sangat kritis Bu, kenapa kemarin dia tidak check-up? " ucap pria dengan setelah kemeja biru dan jas putih serta stetoskop.
" Sangat parah kritisnya, Dok? " ucap pria yg lain dengan perawakan yang tinggi dan berwibawa
" Dengan berat hati saya harus mengatakan iya seperti itu keadaannya. Banyak berdoa Pak, Bu " ucap Dokter Irwan
" Pa, bagaimana ini? " ucap seorang wanita yang merasa separuh hidupnya akan pergi.

John hanya bisa duduk diam dan berfikir dengan keras " Apa maksud dari semua ini? Check-up apa yang dimaksud dokter? Apa yang terjadi? Jelaskan semua ini! "


" Nak .. " ucap pria tinggi dan berwibawa yang melainkan Ayah Bella ke arah John

" Ya Om ? " balas John
" Terima kasih sudah membawanya kesini, walaupun dengan harapan yang bagi dunia kedokteran sangatlah tidak mungkin " ucap Ayah Bella.
" Maaf, apa maksud Om? " tanya John dengan penasaran
" Bella, menderita kanker otak John " ucap pria itu dengan lirih
" APA? KANKER OTAK? " John terperajat
" Sejak ia berumur 14 tahun, sudah dicoba untuk keluar negeri dan melakukan operasi " ucap Ayah Bella
" Dan tidak ada hasilnya? " tanya John
" Hanya beberapa saat, tak lama kemudian penyakit itu datang kembali. Dan sudah sulit untuk dihilangkan. Setiap hari saya dan Ibunya selalu berdoa kepada Tuhan agar anak kami diberikan keajaiban dan bisa hidup normal " jawab Ayah Bella

John hanya terdiam dan tak percaya dengan apa yang baru ia dengar dan sungguh ingin melihat gadis itu.


" Dia seorang anak perempuan yang sangat periang dan terbuka terhadap orang tuanya, kadang dia dengan rela membantu pembantu kami mengerjakan pekerjaan rumah bahkan berjualan kue. Walaupun kami sudah melarangnya , karena mengingat keadaannya. Tetap saja ia tidak mendengarkan. Bahakan ia sering menjawab " Papa, Mama apa sih yang harus ditakutkan? Jika Tuhan ingin membawa Bella pergi bersamanya. Bella mau kok, asalkan itu keputusan-Nya " tutur Ayah Bella



**
Johny sambil memegangi sebuah catatan kecil dan duduk disamping nisan seorang gadis yang tidak pernah ia lihat menangis, murung, dll. Johny hanya pernah melihat seorang gadis yang periang, pintar, cantik, rendah hati, walaupun pertemuan awal mereka sungguh tidak menyenangkan. Dan sekarang Johny sungguh kehilangan gambaran mengenai senyum gadis itu.

" John, kita pulang yukk Bro " ucap Albert

" Relain dia Bro. Gue tau lo sayang sama dia " ucap Kevin
" Lo tau darimana? " jawab John
" Saat lo bawa dia dari acara party-nya Vera dan sampai pemakaman tadi. Gue tau rasa sayang lo besar buat dia " jawab Kevin.

Dan John tersenyum mendengar hal itu.


" Bentar lagi gue nyusul kalian ke mobil. Tunggu disana aja " ucap John

" OK " jawab Martin

Albert, Martin, Kevin bergegas pergi ke mobil dan mereka semua tahu betapa mendalamnya kesedihan John dengan kejadian ini dan setelah membaca catatan kecil Bella yang singkat tapi menjawab semua pertanyaan Johny.


" Bella, gue udah baca catatan kecil lo. Dan gue ga tau gimana gambaran perasaan gue sekarang. Walaupun sekarang lo udah bahagia diatas sana, apapun keadaannya sekarang. I WILL ALWAYS LOVE YOU BELLA, dan bagi gue lo selalu hadir disamping gue seperti angin berbisik yang ga orang lain rasakan “ ucap John terhadap nisan Bella yang masih basah dan bergegas pergi.


Catatan Bella :


1. Hari ini gue kesal banget, pagi-pagi ketemu cowo yang ga tau diri nabrak dagangan nya Bibi Ina sampai masuk ke genangan air. Tapi, setelah tadi itu cowo menghampiri gue. Rasanya jantung gue berhenti, dia ganteng banget. Tapi, untuk menutupi itu semua gue malah jadi marah-marah! BODOH!

2. Hari pertama masuk ke sekolah menyenangankan , tapi ketemu lagi sama cowo yang waktu itu dan ternyata namanya Johny.
3. Sering ngbrol bareng Johny, dan perasaan gue berubah terhadap dia.
4. Kenapa bukan dia yang ajak gue ke pestanya Vera? Padahal gue berharap banget pas tadi dia tanya ke gue.
5. Saat bersama John gue merasakan kehidupan yang nyata dan membuat gue mampu bertahan hidup
6.. Tuhan, rasanya sungguh menderita merasakan sakit ini. Bukannya aku mengeluh, tapi aku belum sempat mengatakan sama Johny kalau aku “ SAYANG SAMA DIA “



TAMAT

Comments

Popular posts from this blog

BIOGRAFI : ADHI TIRTA WISATA (CHAIRMAN PT. PANORAMA TOURS INDONESIA)

Final Chapter ~

EFFORT?!