BIOGRAFI : ADHI TIRTA WISATA (CHAIRMAN PT. PANORAMA TOURS INDONESIA)

Kalau ditanya siapa tokoh yang menginspirasi saya dalam dunia bisnis ? Salah satunya adalah chairman dari PT. Panorama Tours Indonesia yaitu Bapak Adhi Tirta Wisata. Kenapa ? Yuk, kita intip sedikit soal beliau.

DARI BECAK HINGGA PARIWISATA

Seorang Adhi Tirtawisata pun pernah mengukir pengalaman hidupnya sebagai juragan becak. Didepan sekolah tempatnya mengajar, secara kebetulan adalah pangkalan becak. Tanpa sengaja, seorang pemilik becak menawari untuk membeli becaknya karena sedang butuh duit. Dirinya berpikir taktis ketika menerima tawaran itu. Dalam pikirannya, selain bisa mendapat gaji dari mengajar, iapun bisa mendapat tambahan penghasilan dari setoran ketika memiliki becak. Tanpa ragu ia akhirnya membeli 4 buah becak yang ditawari kepadanya.

Tidak hanya mengajar dan menjadi juragan becak, Adhi juga melakukan usaha lain untuk menambah penghasilan. Ia memelihara ayam kate sampai jumlahnya belasan. Awalnya hanya sepasang, lalu ia kawinkan, bertelor dan menetas. Kemudian ia jual kembali ayam-ayam tersebut ke Pasar Pramuka. 

Kurang lebih 2 tahun lamanya Adhi mengenyam pekerjaan menjadi pengacara. Namun, praktik di dunia hukum dan pengadilan yang ditemuinya banyak yang tidak sesuai dengan hati nuraninya. Ia mengatakan, banyak hal melenceng terjadi. "Segala sesuatu bisa diatur untuk mendapatkan sesuatu," ucapnya.

Sejak itulah ia memutuskan untuk meninggalkan dunia hukum dan menekuni pekerjaan di bidang kepariwisataan. Ia fokus untuk menjual tiket hingga 1965. Berbekal pengalamannya di dunia perjalanan wisata, ia mendirikan perusahaan travel sendiri dan diberi nama Djaja Travel. Perusahaannya tidak berumur lama, hingga mengantarkan dirinya untuk bekerja lagi di PT Asia Express - yang juga sebuah perusahaan perjalanan wisata.

Ia akhirnya malang melintang di dunia biro perjalanan wisata. Dirinya mempunyai julukan "Adhi With The Yellow Ticket". Julukan itu disebabkan karena kemanapun pergi ia selalu membawa tiket berwarna kuning, atau tiket Lufthansa, sebuah maskapai penerbangan asal Jerman. Jumlah penjualan tiketnya sangat banyak dan mendatangkan keuntungan bagi Lufthansa. Karena itulah, kemudian ia mengajukan permintaan kepada manajer Lufthansa untuk bisa mendapatkan tiket keliling dunia ... dan disetujui. Adhi pun keliling dunia. Sebuah kegiatan yang jarang dilakukan oleh orang saat itu.


4 PRINSIP
Adhi dikenal sebagai sosok yang rendah hati sejak kecil. Oleh keluarganya, dirinya banyak diberi kebebasan. Tapi justru dari sinilah Adhi bisa belajar bertanggung jawab. Naluri berbisnis dirinya ternyata sudah tumbuh sejak kecil. Seperti dikisahkan, dahulu saat kecil ketika musim layang-layang, dirinya membuat layang-layang dan akhirnya dijual ke teman-temannya. Dari situlah ia mendapat tambahan uang saku sekolahnya.

Ia sangat bangga ketika menceritakan keikutsertaannya dalam organisasi kepanduan (sekarang disebut Pramuka). Melalui organisasi yang diikutinya sejak usia 7 tahun ini, ia banyak mendapat pelajaran bijak. Sikap dan pelajaran bijak inilah yang ia pegang teguh dalam memimpin perusahaannya hingga kini.

"Saya tekankan kepada mereka 4 hal, yaitu Rajin, Jujur, Setia, Ingat pada Tuhan," sebut Adhi untuk 4 semboyan yang menurutnya dipakai juga dalam menjalani kariernya dalam mengembangkan bisnis.

Boleh dibilang Adhi merupakan perintis perusahaan travel di Indonesia yang menjalin kerjasama dengan maskapai international. Maskapai yang diajak kerjasama yaitu Singapore Airlines dan Malaysia Airlines. Sejak tahun 1979 hingga 1986, Adhi bekerjasama dengan Garuda Indonesia.



Alasan saya terinspirasi ??

Banyak tokoh dunia yang bisa kita kenal dalam dunia bisnis, tetapi saya hanya membaca dan melihat hasil kerja mereka. Tetapi kalau dengan Pak Adhi, saya melihat sendiri keseharian beliau yang setiap harinya datang ke kantor, rendah hati (selalu mengutamakan ladies first kalau naik lift :p), memberi makan ikan peliharaannya sendiri, dll.

Dari hal-hal kecil yang beliau lakukan dengan bersamaan empat prinsip hidupnya terbukti dengan hasil kerja'nya dalam membangun Panorama Tours dari nol hingga dikenal di berbagai pelosok wilayah, dan menjadi salah satu travel terbesar di Indonesia. Ada pepatah mengatakan "boss tidak mengerti menjadi karyawan", siapa bilang ? Beliau juga pernah menjadi seorang karyawan seperti saya, tetapi dengan open minded'nya beliau dalam melihat peluang, beliau menjadi sosok yang dikenal sekarang. Yes, he's inspire me !





sumber : http://panoramaworld.com/?ar_id=MjAz&click=NTY1


Comments

Popular posts from this blog

EFFORT?!

Final Chapter ~